Sejarah tidak selalu hadir dalam bentuk peristiwa besar atau tokoh yang menonjol, melainkan kerap terekam dalam ruang dan infrastruktur yang tampak biasa, tetapi menyimpan jejak penting dari proses sosial, ekonomi, dan politik pada masanya. Dalam konteks tersebut, Stasiun Tuntang dipahami sebagai sebuah tapak sejarah yang merekam dinamika pembangunan sistem transportasi pada masa kolonial di Jawa Tengah. Sebagai bagian dari jaringan perkeretaapian Hindia Belanda, Stasiun Tuntang dibangun untuk mendukung pergerakan komoditas perkebunan dan mobilitas administratif dari wilayah pedalaman menuju pusat distribusi. Keberadaannya menunjukkan bagaimana infrastruktur transportasi berperan dalam pengaturan ruang, pergerakan ekonomi, dan hubungan antarwilayah. Buku ini menempatkan Stasiun Tuntang tidak semata sebagai bangunan lama, tetapi sebagai ruang historis yang memiliki lapisan fungsi dan makna, mulai dari masa kolonial, periode pasca kemerdekaan, hingga upaya pelestariannya pada masa kini.
Back